Selasa, 28 Juni 2022

MEWUJUDKAN POLA HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI DESA SUKACAI

Annisa Ayuningsih; Aum Rumdana; Az Zunun; Fitri Rama Daniyanti; Marisa Julianti Tinambunan; Haikal Nazwa; Siti Saratipo Hekmalia Puteri; Raden Bagaskoro Pradana

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

ABSTRAK

Dalam membahas pola kehidupan yang bersih dan sehat yang pasti harus dijalankan di kehidupan sehari–hari. Hal itu dikarenakan agar tidak cepat mendapatkan suatu penyakit dalam tubuh yang mana akan berpengaruh kepada setiap aktivitas kehidupan sehari–hari. Pola hidup sehat sangat dianjurkan bagi setiap kalangan usia baik dari balita sampai lanjut usia. Pola hidup sehat sangat penting terlebih lagi dalam konteks kesehatan masyarakat. Lingkungan yang sehat pun sangat berpengaruh pada kehidupan pribadi. Jikalau lingkungan tidak memiliki pola kehidupan yang sehat maka diri pribadi pun akan berdampak buruk. Maka dari itu mari kita memberikan suatu arahan ataupun sosialisasi dalam menyebarkan sebagaimana pentingnya pola hidup bersih dan sehat yang mn berkaitan dengan materi kesehatan masyarakat. Pola tersebut bisa dilakukan dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, mencuci tangan dengan sabun, mandi 2 kali seharu dan menkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna agar setiap nutrisi dan kandungan lainnya seimbang dan lainnya.

1. PENDAHULUAN

Setelah meninjau dan menganalisis apa permasalahan yang ada di desa sukacai, kami kelompok 1 menyimpulkan bahwasanya desa ini memiliki keterbelakangan akan pola hidup yang bersih terlebih dengan tidak adanya tempat sampah di sepanjang jalan desa sukacai dan dengan melihat warga sana yang makan gorengan tiap hari. Dan tidak hanya itu saja, pada saat sore hari tepatnya jumat tanggal 24 sore pukul 19.00, kami ada sedikit berbincang dengan warga setempat bahwasanya mandi 2x sehari itu tidak rutin di lakukan sebab ada permasalahan dari mengakses air, jadi kamu di beritahukan bahwa dari tempat mata air mereka menyambungkan pipa langsung di salurkan ke /5 rumah jadi ibarat untuk rumah-rumah selanjutnya itu bergilir meski waktu saat kami tinggal disitu tidak kekurangan air. Namun pada minggu pagi kami sempat keabisan air karna mati dan belum dapat giliran, karena itu semua kami anggap akar permasalah nya itu yaitu tidak adanya upaya edukasi kepada masyarakat untuk hidup bersih dan juga sehat serta menamkan sikap menyayangi lingkungan sedari dini.

Dalam membahas pola kehidupan yang bersih dan sehat yang pasti harus di jalankan di kehidupan sehari – hari. Hal itu dikarenakan agar tidak cepat mendapatkan suatu penyakit dalam tubuh yang mana akan berpengaruh kepada setiap aktivitas kehidupan sehari – hari. Pola hidup sehat sangat dianjurkan bagi setiap kalangan usia baik dari balita sampai lanjut usia. Pola hidup sehat sangat penting terlebih lagi dalam konteks kesehatan masyarakat. Lingkungan yang sehat pun sangat berpengaruh pada kehidupan pribadi. Jikalau lingkungan tidak memiliki pola kehidupan yang sehat maka diri pribadi pun akan berdampak buruk. Maka daari itu mari kita memberikan suatu arahan ataupun sosialisasi dalam menyebarkan sebagaimana pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Pola tersebut bisa dilakukan dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menkonsumsi 4 sehat 5 sempurna agar setiap nutrisi dan kandungan lainnya seimbang dan lainnya.

Sasaran program kerja Pola Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ) yang dilaksanakan secara langsung terjun kepada masyarakat desa Sukacai adalah anak -anak kisaran umur 4 sampai 11 tahun. Melihat kondisi anak- anak yang senang bermain tanpa memperhatikan kebersihan lingkungan dan juga dirinya sendiri. Seperti tidak mencuci tangan terlebih dahulu setelah melakukan aktifitas ketika hendak makan. Kemudian selain dari pada itu, dilingkungan sekitar desa Sukacai masih banyak masyarakat yang kurang peka terhadap kebersihan lingkungan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor keancaman bagi kesehatan masyarakat. Maka dari itu, program kerja ( PHBS ) ini sangat tepat dilakukan mengenai sasaran anak- anak.

2. KAJIAN TEORI

A. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

 Menurut Kementerian Kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. PHBS merupakan sebuah upaya untuk membiasakan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan berbagai cara komunikasi sebagai media berbagi informasi yang bertujuan menambah pengetahuan dan meningkatkan sikap dan perilaku tata cara hidup yang bersih dan sehat. Menurut Proverawati dan Rahmawati (2012 :1), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan cerminan pola hidup keluarga yang senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Contoh PHBS di sekolah yakni mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi (4 sehat 5 sempurna), dan membuang sampah pada tempatnya. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

 (PHBS) adalah semua perilaku Kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat (Depkes, 2010). Manfaat PHBS secara umum adalah meningkatkan kesadaran pada masyarakat agar mau melakukan pola hidup bersih dan sehat untuk meningkatkan kualitas hidup (Depkes,2010).

B. Pengertian Cuci Tangan

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 3 Tahun 2014 (2014: 4) mencuci tangan yang benar adalah salah satu unsur dari tiga pilar pembangunan Indonesia bidang kesehatan yakni berpola hidup sehat. Cara yang tepat sesuai dengan Kesehatan menurut WHO adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Riris (2009: 2-3) mengatakan karena sabun dapat membunuh kuman atau virus yang menempel di tangan. Maka usaha yang paling sederhana untuk menegakkan pilar hidup sehat adalah dengan gemar cuci tangan. Menurut Nurma Ika Zuliyanti dan Fajar Rachmawati (2020) Cuci tangan merupakan proses pembuangan kotoran dan debu secara mekanis dari kulit kedua belah tangan dengan memakai sabun dan air mengalir. Jika tangan bersifat kotor, maka tubuh sangat beresiko terhadap masuknya mikroorganisme. Mencuci tangan dengan memakai air dan sabun dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri dan parasite lainnya pada kedua tangan.

C. Langkah Tata Cara Cuci Tangan Pakai Sabun

 Menurut WHO Ada 6 langkah cuci tangan pakai sabun dari WHO untuk memastikan tangan kita benar-benar bersih. Pertama, ratakan sabun dengan kedua tangan. Kedua, gosok punggung tangan dan sela-sela jari secara bergantian. Ketiga jari-jari bagian dalam, keempat telapak tangan dengan posisi jari saling mengait/mengunci, dan kelima ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan dan lakukan pada kedua tangan. Terakhir, gosokkan ujung jari pada telapak tangan secara berputar dan lakukan pada kedua tangan dan bilas hingga bersih.

D. 4 sehat 5 sempurna

 Data Riset Kesehatan Nasional 2016 diketahui bahwa 20,7 persen penduduk dewasa Indonesia mengalami kegemukan. Data World Health Organization [WHO] pada 2013 menunjukkan hampir 12 persen anak Indonesia mengalami obesitas. Jika dirinci lagi, dari 17 juta anak yang mengalami obesitas di ASEAN, hampir 7 jutanya berasal dari Indonesia. Angka ini hanya mencakup balita. Obesitas pada anak dapat terjadi karena faktor keturunan, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan.

 Dalam konsep 4 sehat 5 sempurna, makanan sehat adalah makanan yang mengandung 4 sumber nutrisi yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur-sayuran, buah-buahan, dan disempurnakan dengan susu. Sejak tahun 1990-an pedoman 4 sehat 5 sempurna ini dianggap tak lagi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi. Hingga kemudian, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akhir bulan Oktober lalu mengkampanyekan slogan "Isi Piringku" sebagai pengganti slogan "4 Sehat 5 Sempurna" untuk pedoman konsumsi sehari-hari dalam memenuhi gizi seimbang.

 Anung Sugihantono, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dalam konferensi pers acara Forum Pangan Asia Pasifik berpendapat bahwa slogan 4 Sehat 5 Sempurna dalam perkembangan ilmu gizi tidak cukup tepat untuk mengakomodir perkembangan ilmu yang baru. Kalau hanya bicara 4 Sehat 5 Sempurna tanpa keseimbangan itu tidak cukup.

 Secara umum, "Isi Piringku" menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Kampanye "Isi Piringku" juga menekankan untuk membatasi gula, garam, dan lemak dalam konsumsi sehari-hari. Dalam perkembangan ilmu gizi yang baru, pedoman "4 Sehat 5 Sempurna" berubah menjadi pedoman gizi seimbang yang terdiri dari 10 pesan tentang menjaga gizi.

E. Membuang sampah pada tempatnya

 Mengutip dari Badan Litbang Kemendagri, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan masih tergolong rendah. Hanya 20 persen dari total masyarakat Indonesia yang peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan dampaknya terhadap kesehatan.

 Artinya, dari sekitar 262 juta orang Indonesia, kurang lebih hanya 52 juta orang yang benar-benar peduli dan menerapkan cara membuang sampah yang benar. Adapun beberapa langkah membuang sampah yang benar yaitu dengan mengenali jenis sampah, memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya, dan buang sampah pada tempat yang sesuai.

1. METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Sukacai, Kecamatan Baros, Kabupaten Pandeglang. Penelitian ini dilakukan pada hari Sabtu, 25 Juni 2022. Objek dalam penelitian ini adalah masyarakat RT 01 Kampung Sukacai khususnya para anak-anak di lingkungan Kampung Sukacai.

B. Pengumpulan Data

Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan kepada anak-anak untuk mengetahui bagaimana pola kehidupan mereka sehari-hari di Kampung Sukacai.

C. Analisis Data

Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi, termasuk tentang hubungan, kegiatan, sikap, pandangan, serta proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena.

2. PEMBAHASAN

Membuang sampah sembarangan merupakan salah satu pelanggaran etika yang sering dijumpai, ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan yaitu seperti banjir, wabah penyakit dan tentunya kerusakan lingkungan yang lainnya. Sedangkan Darmono (2010) menyatakan bahwa beberapa dampak lainnya adalah terjadinya pencemaran udara yang merusak lapisan ozon sehingga menimbulkan pemanasan global; pencemaran air yang berupa pencemaran substansi kimia dan radioaktif yang mengganggu fauna misalnya keracunan hingga terjadinya kerusakan genetik dan gangguan reproduksi atau perkembangbiakan; dan perpindahan emisi logam yang mempengaruhi kesehatan makhluk hidup.

Permasalahan yang ditemui di desa sukacai adalah. Kurangnya kesadaran masyarakat dari usia muda sampai dewasa akan phbs di kehidupan sehari harinya, contohnya masih belum peka akan kebersihan lingkungannya dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak menerapkan cuci tangan sebelum kegiatan maupun setelah kegiatan, serta dengan ketersediaan akses air yang masih dibilang cukup terbatas mereka tidak menerapkan mandi minimal 2x sehari, dan masyarakat terutama anak kecil masih belum tercukupi gizinya atau belum bisa menerapkan pola makan 4 sehat 5 sempurnaSalah satu upaya untuk menanamkan nilai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya buang sampah pada tempatnya. Tujuan sosialisasi yang dilakukan kepada para pelaku UMKM di Desa Sukacai yaitu agar secara langsung para pelaku UMKM ini dapat mengingatkan kepada setiap pelanggan atau masyarakat Desa Sukacai untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak terkecuali pada tempat sampah yang telah disediakan di beberapa titik. Jadi secara tidak langsung sosialisasi tentang pentingnya buang sampah pada tempatnya dapat dilakukan secara berkelanjutan yaitu dengan terus diingatkannya untuk membuang sampah pada tempatnya oleh para pelaku UMKM kepada para pelanggannya.

Kegiatan sosialisasi di awali dengan perkenalan dengan cara melakukan komunikasi santai kepada masyarakat setempat khususnya pelaku UMKM yang bertujuan untuk meningkatkan keakraban satu dengan yang lainnya sehingga masyarakat yang menjadi objek sosialisasi juga merasa nyaman. Namun sebelum melakukan sosialisasi, terlebih dahulu diperkenalkan tempat pembuangan sampah di beberapa titik di sekitar Kampung Sukacai yang telah disediakan sekaligus melakukan aksi dengan mengajak anak-anak setempat untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan demikian, harapannya agar anak-anak terbiasa membuang sampah pada tempatnya. Anak-anak khususnya dan masyarakat pada umumnya sudah memahami bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya untuk menjaga kelestarian lingkungan, dan mereka juga sudah tau bahaya apa saja yang

dapat ditimbulkan oleh sampah, seperti bagaimana sampah dapat menyebabkan penyakit bahkan dapat menyebabkan banjir.

 Namun, sebelumnya untuk tempat pembuangan akhir sampah masyarakat Desa Sukacai sendiri di buang ke parit- parit bekas tempat bahan galian atau cara ini disebut dengan Open Trench Dumping. Hal ini mengakibatkan penumpukan sampah dan dapat mencemari lingkungan warga sekitar. Maka, selain membuang sampah pada tempatnya, dalam sosialisasi juga diingatkan untuk tidak menumpuk sampah, jika tidak bisa mengolah sampah dan tidak ada tempat pembuangan akhir yang layak maka jalan terakhir yaitu dengan melakukan pembakaran sampah agar sampah tidak menumpuk dan tidak tercemar.

Yang menjadi tujuan utama sosialisasi dan edukasi ini adalah untuk membangkitkan kesadaran warga agar menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarang mengingat bahaya yang ditimbulkan akibat membuang sampan sembarangan, serta terjangkaunya tempat buang sampah dilingkungan desa, untuk itu disediakannya beberapa tempat sampah di tepi jalan utama yang merupakan akses masyarakat desa sehari-hari, penyediaan tempat sampah dibeberapa titik diharapkan mampu memicu masyarakat untuk membuang sampah pada tempat sampah tersebut ataupun tempat sampah yang lainnya.

3. KESIMPULAN

 Merujuk pada hasil asia pasific helatc inertia survey 2021, 63 persen mengatakan bahwa keshatan fisik mereka saat ini kurang ideal, proker ini merupakan respon kami dari masalah sosial mengenai phbs, dimana phbs ini sangat krusial dalam kelangsungan hidup pribadi dan negara, dimana jika presentase phbs tidak kunjung naik, akan terjadi kekhawatiran akan bonus demografi yang sia sia dan pelemahan sdm di negara ini, melalu latihan kepemimpinan 2 ini, kami mencoba meberi kontribusi untuk masalah ini dengan semampu kami, kami sadar bahwa yang kami lakukan jauh dari kata sempurna dan belum bisa menuntaskan masalah secara menyeluruh, namun kami juga tidak bisa menyepelekan hasil dari proker kami, kami harap perjuangan kami tidak berhenti dan terus berlanjut di momen momen yang lain, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat luas, terimakasih

REFERENSI :

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayan Masyarakat. (2022). Gerakan PHBS Sebagai Langkah Awal Menuju Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat. Diakses dari https://promkes.kemkes.go.id/phbs

Julianti, Ratna . (2018). Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah. Jurnal Ilmiah Potensia.VOL 3. (2).12-13

Suprapto,Rohmat,dkk (2020) Pembiasaan Cuci Tangan yang Baik dan Benar pada Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di Semarang.Jurnal Surya Masyarakat.Vol.2 (2). 140

Nisah,Dinda Wahyu Khoirun (2021 PENERAPAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT(PHBS) SAAT PANDEMI COVID-19 PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN TAHUN AJARAN 2020/2021. 1-3

Kominfo. (2022) 6 Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun dari WHO. (2022, Juni 28) https://covid19.go.id/artikel/2022/01/16/6-langkah-cuci-tangan-pakai-sabun-dari- who

Ramadhani, Yulaika. 2019. "Pengertian makanan 4 sehat 5 sempurna Menurut para ahli", https://idkuu.com/pengertian-makanan-4-sehat-5-sempurna-menurut-para- ahli/amp, diakses pada 27 Juni 2022 pukul 10.56 WIB.

Na'imah, Shylma. 2021. "Stop Buang Sampah Sembarangan! Patuhi 3 Aturan Ini agar Tidak Mencemari Lingkungan", https://hellosehat.com/hidup-sehat/kebersihan- diri/aturan-buang-sampah/?amp=1, diakses pada 27 Juni 2022 pukul 10.05 WIB.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pagi yang Tak Sekadar Sarapan

Pukul 08.37 pagi itu, udara terasa segar, ditemani aroma santan yang menggoda dari dua piring Lontong Sayur dan Kupat Sayur yang tersaji di ...