Sabtu, 25 Oktober 2025

Pagi yang Tak Sekadar Sarapan


Pukul 08.37 pagi itu, udara terasa segar, ditemani aroma santan yang menggoda dari dua piring Lontong Sayur dan Kupat Sayur yang tersaji di hadapan kami. Kami duduk di luar, menikmati suasana pagi yang tenang sambil berbagi cerita sederhana.

Awalnya kami hanya berbicara tentang rasa sayur yang gurih dan lontong yang lembut. Namun, perlahan percakapan itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam. Kami mulai membahas masa depan, tentang rencana yang ingin kami wujudkan, langkah yang akan diambil, dan harapan yang ingin kami perjuangkan bersama.

Ada sesuatu yang berbeda di pagi itu. Mungkin karena suasananya yang damai, atau mungkin karena kehadirannya yang selalu membuat saya merasa nyaman. Dia bukan hanya teman bicara yang menyenangkan, tetapi juga wanita yang baik, yang mampu membuat saya tenang bahkan ketika pikiran sedang penuh.

Yaa, mungkin untuk sekarang aku hanya bisa mengajakmu makan dan jajan di pinggir jalan. Tapi semoga ke depannya aku bisa mengajakmu ke tempat yang kamu suka, dan kita bisa bermain serta menikmati waktu bersama dengan cara yang lebih indah.

Dalam hati saya berharap, semoga dia bisa terus menemani proses ini. Semoga kami bisa tumbuh bersama, saling menguatkan dalam setiap langkah, dan pada akhirnya bisa bahagia bersama.

Lontong Sayur dan Kupat Sayur pagi itu mungkin terlihat sederhana, tetapi percakapan di baliknya menjadi kenangan berharga. Sebuah awal kecil yang menyimpan harapan besar, yang ingin saya jaga dan perjuangkan selamanya.

Kamis, 07 Agustus 2025


Terimakasih telah hadir dan menghidupkan kembali warna yang telah lama mati. bertemu dengan mu adalah salah satu keberuntungan yang tidak bisa aku deskripsikan, kamu adalah salah satu bentuk bahagia yang selama ini aku impikan, aku sangat amat bersyukur karena bisa di pertemukan dengan manusia seperti mu, jika bukan karena kamu aku tidak akan pernah tau bahwa aku masih layak untuk di cintai sebaik itu. 

karena mu aku menjadi lebih berharga dan yang terpenting adalah aku tidak harus menjadi orang lain ungkapan terimakasih ku untukmu adalah bentuk penghargaan yang tidak akan pernah ternilai jika di hitung, aku ingin mengucapkan terimakasih, terimakasih karena telah sabar menghadapi ku, terimakasih karena telah menerima ku dengan apa adanya, teriamakasih telah menguatkan ku dalam segala hal yang membuat ku patah, dan terimakasih juga karena kamu telah menjadi support sistem terbaik dalam hidupku.

Minggu, 25 Mei 2025

Dia Ngga Selingkuh, Tapi dia….

Katanya, dia nggak selingkuh.

Tapi kenapa hati ini rasanya lebih hancur dari ditinggal karena orang ketiga?


Aku masih ingat saat pertama kali jatuh cinta padanya. Tatapannya tajam, omongannya blak-blakan, dan caranya berdiri seolah dunia harus tunduk padanya. Dulu aku pikir itu karisma. Tapi sekarang, aku sadar... mungkin itu cuma keras kepala yang dibungkus dengan ego.


Setiap hari, aku belajar memahami dia. Aku belajar menahan kata saat dia marah, belajar diam saat dia menyalahkan, belajar sabar saat dia mulai menuduh tanpa dasar. Katanya itu cuma karena dia capek, katanya itu cuma cara dia menunjukkan “sayang.” Tapi capek juga hati ini kalau harus terus jadi tempat pelampiasan.


Dia nggak pernah selingkuh.

Tapi dia sering mengkhianati perasaanku.


Gimana rasanya dicintai seseorang yang maunya dimengerti, tapi nggak pernah mau mengerti?

Yang bicaranya selalu kasar, tapi minta dipahami karena katanya "emang aku begini orangnya"?

Yang selalu merasa paling benar, dan saat salah pun, tetap mencari cara menyalahkanku?

Yang lebih menyakitkan, dia nggak pernah lihat apa yang sudah aku perjuangkan.

Usaha kecil yang aku lakukan, waktu yang aku sisihkan, kesabaran yang aku latih tiap hari semua dianggap biasa. Seolah itu memang sudah tugas dan kewajibanku untuk menanggung dia yang nggak pernah mau berubah.

Aku nggak minta dia sempurna. Aku cuma ingin dia melihat aku sebagai manusia, bukan alat pengertian tanpa batas.

Dia nggak selingkuh. Tapi kadang aku iri sama orang yang diselingkuhi. Setidaknya mereka punya alasan jelas untuk pergi.

Aku? Aku terjebak dalam hubungan tanpa luka fisik, tapi penuh luka batin yang tak terlihat.

Lucunya, dia selalu bilang sayang. Tapi entah kenapa, hatiku makin lama makin kering.

Mungkin ini bukan tentang siapa yang berselingkuh.

Ini tentang siapa yang lelah lebih dulu.

Dan kali ini, mungkin… aku yang menyerah.

Karena dia nggak selingkuh. Tapi dia juga nggak pernah benar-benar mencintaiku seperti aku mencintainya.

Minggu, 18 Mei 2025

Sedikit Bercerita Apa Itu Skripsi ?

Proses penyusunan skripsi ini merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan, pembelajaran, dan pengalaman berharga. Penelitian ini dimulai dari pencarian topik yang relevan dengan bidang keilmuan, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan proposal penelitian yang melalui berbagai tahap revisi dan bimbingan dari dosen pembimbing.

Setelah proposal disetujui, tahap selanjutnya adalah pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lapangan. Selama proses ini, penulis banyak belajar mengenai dinamika sosial budaya masyarakat, khususnya di lokasi penelitian. Analisis data dilakukan secara mendalam dengan menggunakan pendekatan kualitatif agar memperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Tidak jarang penulis menghadapi kendala, baik teknis maupun non-teknis, seperti keterbatasan waktu, kesulitan akses data, dan proses penyusunan tulisan yang memerlukan ketelitian tinggi. Namun, dengan semangat, dukungan dari berbagai pihak, serta bimbingan dari dosen pembimbing, akhirnya skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.

Senin, 23 Desember 2024

Usaha Sempro

Namaku Haikal, atau sering dipanggil IkalPacarkuAnnisa, yang biasa kupanggil dengan sebutan sayang "Seng," adalahseseorang yang luar biasaDia cerdasrajin, dan selalu punya cara untuk membuatku tertawameskipun kadang dia sendiritenggelam dalam riuh dan kerungsingan dunianya.

Ica adalah sosok yang berbeda dariku. Jika aku lebih sabar dan cenderung tenangdia adalah kebalikannyaDia penuhsemangatcepat tanggaptetapi kadang sulit mengendalikanemosi ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana
Selamabeberapa bulan terakhirketika dia menyusun proposalnyaakusering melihatnya berkutat dengan laptop, buku, dan tumpukankertas.
Tanggal 23 Desember 2024, hari yang kami tunggu-tungguakhirnya tiba. Pagi ituaku ingin mengantarnya ke kampus akan tetapi aku masih tertidurDia terlihat guguptetapi aku tahu diasudah mempersiapkan semuanya dengan baik

“Seng, kamupasti bisaIngatkamu sudah belajar keras untuk ini,” katakusebelum dia masuk ke ruang seminar. Dia menganggukmenggenggam tanganku sejenaklalu melangkah masuk.

Hari iniakuingin menceritakan tentang perjuangannyatentang bagaimanadia menghadapi seminar proposal (sempro) yang penuhrintangan, dan bagaimana aku bisa menjadi bagian kecil dariperjalanan hebatnya.

Ada saat-saat dia tertawa karena menemukan ide barutetapi lebih sering aku mendengar keluhan kecilnya tentangbimbingan yang sulit atau revisi yang tak kunjung selesai.

Seng, kenapa dosen ini kayak nggak paham sama maksud akuya?” keluhnya suatu malam. Aku hanya tersenyummencobamenenangkan. “Mungkin Seng perlu cara lain untukmenjelaskanCoba kasih contoh yang lebih sederhana,” jawabkuDia mendengustetapi beberapa saat kemudianakumelihatnya kembali mengetik dengan semangat.

Ica memang seperti ituDia bisa kesalbahkan menjengkelkantetapi di balik semua itudia tangguh. Ada banyak hal yang diahadapi selain bimbingan yang sulitMisalnyadia harusmengatur waktu antara belajarmenghafal materi, dan membantu keluarganya di rumah.
Ada juga momen-momenketika dia merasa tidak percaya diribertanya-tanya apakah diacukup pintar untuk menyelesaikan semuanyaNamunsetiapkali dia merasa terjatuhdia selalu bangkit dengan senyum yang menginspirasi.

Pada suatu malam menjelang seminar proposal (sempro), akumeneleponnya. Di layarkulihat dia duduk di meja belajarnyaMatanya tampak lelahtetapi tetap fokus membaca denganserius.

"Gimanasayang? Ada yang bisa aku bantu?" tanyaku.
Dia tersenyum tipis dan menjawab, "Aman aja, Seng."
"Ya sudahaku mau lanjut belajar," tambahnya. "Nanti satu jam lagi aku telepon atau video call kamuya."
Sesuai janjinyasatu jam kemudian dia meneleponku.
Kami melakukan video call sekaligus latihan untuk persiapan semproSaat latihanaku melontarkan berbagai pertanyaan dan mencobamengujinya.

Alhamdulillah, dia selalu bisa menjawab denganbaik.
Setelah selesaiaku berkata, "Seng, istirahat duluyaBesokmasih ada waktu."

Dia menatapkutersenyum kecillalu menjawab, "Aku harusselesaikan ini dulu, Seng. Kalau nggak sekarangaku takutnggak sempat."

Aku hanya menganggukbangga melihat tekadnya.
Waktu terasa begitu cepat hingga akhirnya aku sampai di kampusnya. Ketika aku bertemu dengannyadia menyambutkudengan senyum lebar dan penuh kegembiraan.

"Aku sudah selesai sempronya, Seng! Aku berhasil sempro!" serunya dengan semangat.

Tanpa raguaku langsung merangkulnya dan mengelus bahunyamerasa begitu bangga. "Seng, kamu hebat. Aku tahu kamu bisa," kataku sambil tersenyum penuh kebanggaan.

Setelah ituatau tepatnya pada siang harinyaaku memberinyasebuah hadiah kecil yang sudah kusiapkan dengan penuhperhatianHadiah itu terdiri dari sebuah sepatubuket bunga, dan beberapa snack atau jajanan favoritnya. Aku juga menyelipkan sebuah catatan di dalam buket tersebut yang bertuliskan, "Untuk Ica, Sang Pejuang Hebat."

Di dalam catatan ituaku menuliskan kata-kata penyemangatuntuk setiap tahap yang masih harus dia lewatisebagai bentukdukungan dan harapan agar dia terus maju dan sukses.

Ketika dia membuka hadiah itumatanya langsung berbinar-binarpenuh kebahagiaan. "Seng, makasih banyakIni berartibanget buat aku," katanya sambil tersenyum lebarmenunjukkanbetapa berharganya hadiah itu baginya.

Ica masih punya banyak tahapan yang harus dia lewatitetapisampai sejauh iniaku tetap mengaguminyaDia adalah orang yang hebatbukan hanya karena dia pintar atau rajintetapikarena dia selalu berjuangmeskipun rintangan di depannyabegitu besar.
Aku merasa beruntung bisa menjadi bagian dariperjalanannyamenjadi seseorang yang bisa mendukungnya di saat-saat sulit.

Perjuangan ini belum selesaitetapi aku tahuselama kami saling mendukungtidak ada yang tidak bisa kami lewatiUntukSeng-ku yang hebataku selalu ada di sinisiap menjadipendampingmu dalam setiap langkah perjalananmu.

Pagi yang Tak Sekadar Sarapan

Pukul 08.37 pagi itu, udara terasa segar, ditemani aroma santan yang menggoda dari dua piring Lontong Sayur dan Kupat Sayur yang tersaji di ...